Podcast Basuara

Dalam menjalankan peran memfasilitasi pertukaran pengetahuan di KTI, BaKTI mendokumentasikan melalui medium podcast BASUARA (BaKTI Pu Suara) berbagai cerita yang memberi inspirasi, memperkaya pengetahuan dari beberapa narasumber yang berkompeten untuk mendorong meningkatnya kreativitas masyarakat dalam menjawab tantangan yang tengah dihadapi saat ini, menyampaikan dan menyebarluaskan pesan dan informasi yang inspiratif  dari kawasan Timur Indonesia serta mempromosikan program, praktik cerdas yang dikelola oleh BaKTI. 

Silakan memilih podcast yang diinginkan
klik kiri pada file yang diinginkan untuk langsung memainkan
klik kanan untuk save

Merawat Toleransi dengan Peacepreneurship

Di episode ini, Basuara menghadirkan Kristi Praptiwi yang menjalankan Proyek “peacepreneurship” mempertemukan anggota kelompok pemuda Aliansi Kerukunan Antar-Pemuda Lintas Agama (AKAPELA) di Lombok, Nusa Tenggara Barat, untuk berkolaborasi dalam kampanye harmoni sosial melalui usaha kecil yang dipimpin oleh pemuda. Menariknya Peacepreneurship mengharuskan peserta untuk berinteraksi dengan orang lain dari latar belakang agama yang berbeda, misalnya untuk pendampingan usaha kecil.

Apa Kata Mereka tentang Konsep Pendidikan di Kawasan Timur Indonesia Bagian 2

Victor Matanggaran, Director Macanga Institute, peserta Program INSPIRASI 2021 Macanga Institute adalah Lembaga Swadaya Masyarakat di Sulawesi Barat yang terutama berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan sebagai salah satu tujuan pembangunan berkelanjutan.  Macanga Institute mendukung generasi muda dari pedesaan bahkan daerah terpencil di Sulawesi Barat untuk meningkatkan partisipasi mereka di perguruan tinggi, membangun kapasitas mereka untuk menghadapi persaingan global di masa depan melalui program pendidikan, pelatihan, dan pengembangan yang terintegrasi. Narasumber berikutnya adalah Tirsana Kailola Director Of Child Program - Pohon Sagoe dan Alumni Program INSPIRASI 2019. Pohon Sagoe Didirikan oleh sekelompok anak muda di Ambon dengan beberapa latar belakang yang berbeda dan berkomitmen menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi anak-anak dan remaja untuk tumbuh dan belajar.  

Kedua narasumber akan berbagi gagasan dan perspektif mereka bagaimana pendidikan mencetak sumber daya manusia yang berbasis pada konteks lokal dengan memanfaatkan potensi lokal. 

Apa Kata Mereka tentang Konsep Pendidikan di Kawasan Timur Indonesia Bagian 1

Podcast Basuara kali ini menghadirkan dua anak muda inspiratif yang bergerak dalam isu pendidikan. Victor Matanggaran, Direktur Macanga Institute dan Tirsana Kailola Director Of Child Program - Pohon Sagoe Ambon.

Bagaimana konsep pendidikan di Kawasan Timur Indonesia menurut Tirsa dan Victor? Mari simak perbicangan kami, di Podcast BaKTI Pu Suara - Basuara di Spotify bit.ly/basuara dan Apple Podcast.
 

Di Balik Layar Pendamping Korban Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Episode Basaura kali ini mengangkat cerita Nurul Amaliah, Petugas Pendamping Korban UPT PPA (Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak) Provinsi Sulawesi Selatan. Sehari-hari berhadapan dengan berbagai jenis korban kekerasan terhadap perempuan dan anak di UPT PPA Sulawesi Selatan. Nurul memiliki peran penting dalam kegiatan pendampingan maupun pemulihan korban: menerima keluhan atau masalah yang dialami korban, serta mendampingi korban dalam penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan pengadilan dan pelayanan psikologis. Banyak cerita menyesakkan hati namun di balik itu banyak pula cerita mengharukan jika korban kembali bersemangat menjalani hidup setelah memperoleh pendampingan.  

Noken Adat untuk Kesejahteraan Masyarakat Adat

Di episode kali ini, menghadirkan Daniel Sedik, CEO dan Founder Noken Adat. Sebuah Social enterprise yang mengembangkan jasa pendampingan masyarakat adat untuk membantu menghubungkan masyarakat adat dengan mitra Noken Adat yaitu dari LSM, Tokoh UMKM , Influencer, bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan terkait aturan adat , perizinan adat , pelatihan umkm , atau yang lainnya yang berhubungan dengan kearifan lokal dengan cara pendekatan langsung ke tokoh masyarakat adat dan juga ke calon mitra noken adat yang nantinya akan ter-realisasi juga dalam bentuk platform (website, mobile) Noken Adat.

Noken Adat untuk Kesejahteraan Masyarakat Adat

Di episode kali ini, menghadirkan Daniel Sedik, CEO dan Founder Noken Adat. Sebuah Social enterprise yang mengembangkan jasa pendampingan masyarakat adat untuk membantu menghubungkan masyarakat adat dengan mitra Noken Adat yaitu dari LSM, Tokoh UMKM , Influencer, bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan terkait aturan adat , perizinan adat , pelatihan umkm , atau yang lainnya yang berhubungan dengan kearifan lokal dengan cara pendekatan langsung ke tokoh masyarakat adat dan juga ke calon mitra noken adat yang nantinya akan ter-realisasi juga dalam bentuk platform (website, mobile) Noken Adat.

Pendidikan Dari dan Untuk Anak Negeri

Di episode kali ini, menghadirkan Ahmad Junaedi, seorang dosen pengajar di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mataram, PhD Candidate di Monash University. Selain aktif sebagai pengajar. Bang Junet, sapaan akrab Ahmad Junaidi juga founder dari Yayasan Jage Kastare Lombok. Sebuah komunitas pendidikan alternatif yang fokus memberikan edukasi, literasi pentingnya akses pendidikan bagi pendidikan anak di Lombok. Sebuah pusat pembelajaran pemuda yang digerakkan oleh sukarelawan yang bekerja di bidang pendidikan, nutrisi dan kewirausahaan sosial di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Bertujuan untuk mengembangkan potensi remaja dan anak-anak di Lombok, meningkatkan kualitas pembelajaran puluhan peserta didik di Pulau Lombok. 

Spiritualitas Perempuan Desa Umapura, Memelihara Warisan Leluhur dengan Tenun Ikat

Salah satu nilai yang dipegang teguh oleh perempuan desa Umapura, Pulau Ternate di Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah adalah menjaga warisan leluhur berupa tenun ikat yang menjadi sumber kehidupan mereka secara turun temurun. Sehingga menjaga kekayaan alam menjadi sesuatu yang mutlak dipertahankan untuk kelangsungan hidup sekarang dan masa depan anak cucu mereka.   Ada 94 pewarna alam dari akar, batang tanaman dan daun ditambah dengan 3 pewarna alam laut sponge kuning, siput laut dan rumput laut kuning. Terdapat 8 suku yang mendiami pulau Ternate dan masing-masing suku memiliki motif yang berbeda-beda, jadi jika ingin mempelajari sejarah dari tiap suku bisa dilihat dari motifnya.

Selengkapnya simak perbincangan hangat bersama Mama Sahari (Ketua Kelompok Tenun Pantai Laut Desa Umapura) dan Aryz Lauwing Bara (Pendiri Rumah Mentari Maulafa) di Kupang, hanya di Podcast Basuara (BaKTI Pu Suara).

Beli Secukupnya, Pakai Semuanya di Artani Bulk Store

Di episode kali ini, menghadirkan Ria Lestari Baso owner dari Artani Bulk Store. Bulk Store pertama yang hadir di Kota Makassar ini terkenal dengan ciri khas Teh nya. Artani Bulk Store adalah toko ramah lingkungan yang berkonsep toko curah pertama di Kota Makassar di mana pembeli yang berbelanja dapat membeli sesuai kebutuhannya. Pambeli juga dapat membawa wadah sendiri dari rumah. Toko dengan Tagline “Beli secukupnya, pakai semuanya” bertujuan agar pembeli membeli sesuai kebutuhkan dan mengurangi Food Waste.

Menabung Sampah Plastik Saset di Beta Bank Sampah

Di episode kali ini, menghadirkan narasumber Joe Manuhuwa, pendiri dari Beta Bank Sampah. Beta Bank Sampah berdiri sejak maret 2018, fokus dari Beta Bank Sampah ini adalah untuk mengurangi sampah plastik di lingkungan sekitar dan terus mengedukasi orang-orang untuk hidup bijak dalam penggunaan plastik. dengan nasabah yang sebagian besar adalah anak-anak lingkungan daerah Wailete, Hative Besar, Kota Ambon.

Gotong Royong Pertanian untuk Kesejahteraan Bersama

Vestanesia, sebuah start up yang memfokuskan diri pada pengembangan usaha pertanian, peternakan dan perikanan melalui konsep sociopreneurship yang membuka ruang partisipasi bagi semua pihak untuk terlibat dalam usaha pertanian. Suatu sistem pertanian yang berbasis digital dan pengembangan teknologi informasi, melalui prinsip gotong royong, mensejahterakan dan berwawasan lingkungan. Adalah

Muh. Ilmi Ikhsan Sabur, Direktur Eksekutif dan mahasiswa tingkat akhir Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, bersama tim yang beranggotakan 12 orang mendirikan Vestanesia. Vestanesia mengembangkan sebuah platform untuk petani, khususnya petani muda untuk mendapatkan akses modal dan juga akses pasar yang lebih luas. Targetnya, mencetak lebih banyak petani dari kalangan anak muda untuk menjaga semangat baru terus bertumbuh di sektor pertanian.

Pengabdian di Ujung Timur Indonesia: Menyeimbangkan Hidup dengan Menulis dan Memotret

Di episode kali ini, dr. Riyanti Windesi adalah seorang dokter spesialis anak yang bertugas di RS Selebesolu Sorong, hobi memotret dan melakukan perjalanan ke pelosok-pelosok wilayah terpencil, membuat buku foto dan menulis cerita anak bersama anak laki-lakinya yang bekerja sebagai ilustrator. 

Memiliki hobi fotografi, bersama suami menerbitkan Buku Edukasi/panduan "Birds of Raja Ampat" yang memotret lebih dari 100 burung yang ada di Raja Ampat. Baginya mendokumentasikan cerita yang beliau temukan dalam cerita anak menjadi pintu masuk bagi anak-anak Papua mengenal dunia luar dan budayanya.

Pengabdian di Ujung Timur Indonesia: Bekerja dengan Hati

Bagaimana tenaga kesehatan sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan di ujung Timur Indonesia? bekerja dengan penuh keterbatasan fasilitas, akses, terlebih saat pandemi melanda ujung timur Indonesia ini.

Episode terbaru Podcast Basuara menghadirkan dr. Riyanti Windesi Sp.A, seorang dokter spesialis anak yang bertugas di RS Selebesolu Sorong, berbagi cerita dan pengalaman menggeluti profesi dokter anak di berbagai daerah pelosok Papua Barat.

Kenapa mencintai Indonesia - Part 4

Dirgahayu Indonesia! Walau sedang berjuang melawan pandemi, kami bersyukur lahir dan bertumbuh di Indonesia yang damai.  

#hutri76 #harikemerdekaan #dirgahayuindonesia #podcastindonesia #podcastinklusif #podcastbasuara #podcast

Kenapa mencintai Indonesia - Part 3

Sahabat BaKTI punya beragam alasan kenapa mencintai Indonesia.. apa saja alasan mereka mencintai Indonesia?   

#HariKemerdekaan #HUTRI76 #Podcast #podcastbasuara #kawasantimurIndonesia

Kenapa Mencintai Indonesia - Part 2

Dirgahayu Indonesia! Walau sedang berjuang melawan pandemi, kami bersyukur lahir dan bertumbuh di Indonesia yang damai.  

#hutri76 #harikemerdekaan #dirgahayuindonesia #podcastindonesia #podcastinklusif #podcastbasuara #podcast

Kenapa mencintai Indonesia - Part 1

Memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-76, kami mengajak Anda mendengarkan bagaimana para Sahabat BaKTI mencintai Indonesia.  


#podcastbasuara #podcast #harikemerdekaan #HUTRI76 #Dirgahayu #Indonesia #IndonesiaTangguhIndonesiaTumbuh #IndonesiaTangguh #IndonesiaTumbuh

Menjadi Tuan Rumah yang Berdaya di Negeri Sendiri: Maju Bersama Petani Lokal Kelor

Stigma daun kelor sebagai makanan menengah ke bawah, sempat membuat Meybi mengalami penolakan saat pertama kali memasarkan produk olahan daun kelor.

Namun kini, Meybi Agnesya (Timor Moriga) dan petani kelor malah kewalahan memenuhi permintaan pasar yang meningkat sejak pandemi.

Menjadi Tuan Rumah yang Berdaya di Negeri Sendiri dengan Produk Lokal

Di episode kali ini, menghadirkan narasumber seorang wirausaha social dari Kupang, Nusa Tenggara Timur yaitu Meybi Agnesya Neolaka, CEO dan Founder Timor Moringa. Sebuah perusahaan bergerak meningkatkan kesejahteraan petani di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui inovasi produk daun kelor.  Timor Moringa menepis stigma yang selama ini melekat di masyarakat di NTT bahwa kelor itu identik dengan makanan orang miskin, dengan memproduksi berbagai varian kelor mulai dari coklat kelor, teh kelor hingga serbuk kelor yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Bambu untuk Masa Depan Indonesia - Bagian 3

Bagaimana bambu bisa mensejahterakan masyarakat? Yayasan Bambu Lestari memperkenalkan metode 333 model desa bambu. 

Bambu untuk Masa Depan Indonesia - Bagian 2

Seperti apa potensi bambu untuk industri di Indonesia? 

Simak perbincangan kami bersama Arief Rabik (Yayasan Bambu Lestari) mengenai konsep Hutan Bambu Lestari yang dapat menyokong beragam industri di masa depan melalui pemanfaatan bambu yang lestari.

Bambu untuk Masa Depan Indonesia - Bagian 1

Podcast Basuara kali ini mengangkat kegiatan pelestarian lingkungan hidup yang unik dari kawasan timur Indonesia. Salah satu di antaranya adalah Sekolah Lapang Bambu yang dikelola oleh Yayasan Bambu Lestari di Nusa Tenggara Timur.

Bambu telah banyak digunakan sejak jaman dahulu kala dan bahkan telah menjadi bagian dari budaya masyarakat di kawasan timur Indonesia. Selain manfaat ekonomi, bambu semakin dikenal dengan manfaat ekologisnya. Sekolah Lapang Bambu di Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu dari beberapa inisiatif besar yang dikembangkan oleh Yayasan Bambu Lestari karena mereka percaya bahwa pendidikan dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dapat menjadi katalisator dalam upaya pelestarian lingkungan, khususnya dalam mitigasi perubahan iklim.

Serial podcast 'Bambu untuk Masa Depan Indonesia' bersama Arief Rabik dari Yayasan Bambu Lestari, mengangkat berbagai hal yang menjadi dasar terbentuknya Sekolah Lapang Bambu antara lain: nilai ekologis dan ekonomis bambu serta potensinya untuk upaya pelestarian lingkungan; bagaimana memanfaatkan bambu secara berkelanjutan; dan bagaimana memberdayakan masyarakat khususnya perempuan melalui pemanfaatan bambu dan pelestarian alam secara berkelanjutan.

Merajut Kebinekaan, Merawat Perdamaian

Indonesia dengan keberagaman suku, bahasa, budaya, adat istiadat merupakan suatu anugerah. Padu dan bersatunya perbedaan-perbedaan tersebut menjadikan Indonesia menjadi salah satu negara yang paling kaya akan perbedaan dan keberagaman. Namun, sekaligus berpotensi mendatangkan konflik dan perpecahan yang mengakibatkan ketidakharmonisan bangsa dan negara.

Untuk itu, partisipasi masyarakat dalam mendorong kesadaran, kepedulian dan kemauan untuk menjaga perdamaian dan anti kekerasan haruslah senantiasa dibangun, dari tingkat nasional sampai ke akar rumput.

Di podcast Basuara kali ini, menghadirkan anak muda yang inspiratif Therry Alghifary (Direktur Bhinneka Tunggal Ika) yang akan berbagi cerita dan pengalaman merintis, menggerakkan, dan menjadi pelopor gerakan perdamaian dan anti kekerasan.
 

Saling Berdaya di Tengah Pandemi

Menghadapi pandemi COVID-19 setahun lalu, hampir semua orang merasakan berada di situasi yang bingung, ketakutan serta tidak tahu kita harus berbuat apa, apalagi untuk perempuan yang kelas menengah ke bawah yang memang menggantungkan kebanyakan menggantungkan hidupnya pada penghasilan suami, harus memutar otak agar kebutuhan rumah tanga tetap terpenuhi di saat suami sebagai pencari nafkah turut terimbas pemutusan hubungan kerja atau dirumahkan. 

Ruang Kolaborasi Perempuan turut merespons pandemi COVID-19 melalui program Support our Sisters merangkul memberdayakan perempuan-perempuan yang sudah, maupun yang belum ataupun sedang merencanakan kewirausahaan namun terhambat karena pandemi, dengan memberikan akses dan meningkatkan kemampuan perempuan berbekal potensi yang dimiliki untuk bangkit bersama. 

Setahun Pandemi: Laboratorium Biomolekular

Siapkah kita menghadapi pandemi-pandemi lainnya di masa depan?

Setahun pandemi COVID-19 membuka mata kita akan pentingnya laboratorium biomolekular.